5 Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa, Terlengkap !!

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa – Dalam dunia bisnis ada yang namanya perusahaan barang/perdagangan dan jasa.

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang mengoperasikan atau menyediakan layanan untuk menjual keterampilan atau layanannya.

Contoh perusahaan atau usaha dalam industri jasa adalah bank, bengkel mobil, asuransi, usaha salon, perusahaan pelayaran, atau jasa pengiriman surat/kargo.

Dalam menjalankan usahanya, tidak hanya perusahaan komoditi yang membutuhkan laporan keuangan, tetapi perusahaan jasa juga membutuhkan laporan keuangan.

Metode pelaporan keuangan perusahaan jasa pada dasarnya sama dengan perusahaan komoditas.

 Kedua laporan tersebut merupakan bentuk pencatatan aktivitas keuangan selama periode waktu tertentu. Berikut adalah contoh laporan keuangan perusahaan jasa.

Salah satu cara untuk mengelola keuangan dan menghasilkan laporan bagi perusahaan jasa dan perdagangan adalah dengan menggunakan alat teknologi yaitu software akuntansi.

Sebelum melompat ke setiap contoh laporan keuangan perusahaan jasa, Anda harus terlebih dahulu memahami apa yang masuk ke dalamnya.

Beberapa di antaranya adalah laporan laba rugi, neraca, laporan hutang dagang, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

Tipe Laporan Keuangan yang Baik

Sebelum membahas banyak contoh laporan keuangan perusahaan jasa, karakteristik laporan keuangan perusahaan jasa menjadi bagian yang penting untuk dipahami.

Karakteristik berikut harus dipenuhi untuk penyusunan laporan keuangan:

1. Mudah Dipahami

 Karakteristik atau metrik pertama yang harus dipenuhi oleh laporan keuangan yang baik mudah dipahami. Dalam hal ini, informasi yang terkandung di dalamnya harus dapat dipahami baik oleh pabrikan maupun pengguna.

Pastikan siapa pun yang membacanya dapat memahami semua transaksi yang ada di dalamnya, mengingat laporan keuangan tersebut mungkin saja dapat dibaca oleh pimpinan atau departemen lain dalam perusahaan.

 Jika laporan dapat dibaca dan dipahami dengan benar, maka strategi dan rencana perusahaan ke depan juga akan lebih jelas. Selain itu, pembukuan dan pencatatan keuangan akan lebih mudah dilakukan.

2. Relevan

 Ciri selanjutnya adalah laporan harus relevan atau sesuai. Relevansi dalam konteks ini berarti laporan bersifat faktual dan dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan dan kebijakan baru.

Atau semakin tepat laporannya, semakin besar kemungkinan aspek lain dari perusahaan akan meningkat.

3. Handal

Selain dapat dipahami dan relevan, laporan keuangan harus disusun dengan andal atau akurat.

Tiga kriteria yang dimaksud dengan istilah terpercaya adalah kejujuran, netralitas atau ketidakberpihakan kepada pihak manapun dan kebenaran yang dapat diverifikasi atau dibuktikan.

4. Dapat Dibandingkan

Keterbandingan berarti bahwa laporan keuangan yang disusun harus dapat berfungsi sebagai indikator komparatif untuk mengidentifikasi tren posisi dan kinerja.

 Dalam hal ini, pengguna juga dapat membandingkan laporan keuangan berbagai perusahaan untuk menilai posisi keuangan dan kinerja relatif perusahaan tersebut. Dengan demikian, penyajian informasi dan data harus konsisten.

Setelah memahami ciri-ciri laporan keuangan yang baik, berikut pembahasan mengenai contoh laporan keuangan perusahaan jasa yang terbagi dalam beberapa jenis.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa yang Berkualitas

Laporan keuangan perusahaan jasa yang baik memegang peranan penting dalam kemajuan dan perkembangan perusahaan.

Dengan catatan keuangan yang terorganisir dengan baik, perencanaan masa depan dan kebijakan perusahaan lebih mudah tersedia.

Itulah mengapa penting untuk memahami komponen dan format penyusunan laporan.

Cara mudah untuk memahami hal ini adalah dengan mempelajari contoh laporan keuangan perusahaan jasa yang ada.

Penyusunan laporan keuangan juga dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan cepat melalui software pelaporan keuangan perusahaan, menghindari human error saat menginput data.

Mencoba mencontohkan laporan keuangan ini merupakan aspek yang penting karena pemahaman materi saja terkadang kurang lengkap tanpa langsung ke pembuatannya.

Di bawah ini adalah beberapa contoh laporan keuangan perusahaan jasa beserta penjelasan lengkapnya.

1. Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa

Biasanya, laporan kas berisi informasi tentang operasi, investasi, dan aktivitas keuangan dalam industri jasa.

Tujuan penyusunan laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi yang terperinci untuk memudahkan semua pihak yang terlibat dalam mengevaluasi keuangan perusahaan.

Selain itu, laporan ini juga akan digunakan oleh pengguna laporan keuangan lainnya untuk menilai dampak aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan dan tingkat kas perusahaan.

Idealnya, laporan arus kas mencakup sumber arus kas dan mencatat pengeluaran kas untuk memberikan pemahaman langsung tentang penerimaan dan penggunaan kas.

Jika perubahan dalam akun neraca diimbangi dengan peningkatan kas, perubahan tersebut harus menunjukkan sumber kas.

Beberapa perubahan lain yang juga menunjukkan sumber kas adalah penurunan aset lancar, biaya perolehan aset tetap, akumulasi penyusutan aset tetap, kenaikan utang, dan kenaikan ekuitas.

Berikut ini adalah contoh laporan keuangan arus kas dari industri jasa yang dapat Anda perhatikan.

2. Contoh Neraca Keuangan untuk Perusahaan Jasa

 Sebelum membuat laporan arus kas, ada baiknya Anda mempelajari cara membuat neraca. Karena laporan arus kas akan berhubungan langsung dengan neraca, maka pos-pos di dalamnya berasal dari neraca.

 Sebagai penyegaran Anda, neraca adalah laporan keuangan yang memberikan informasi tentang posisi keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu. Laporan neraca untuk perusahaan industri jasa juga memberikan informasi yang sama seperti untuk perusahaan komoditas atau perdagangan.

Dengan neraca di tangan, perusahaan dapat memutuskan untuk mengambil tindakan terbaik bagi perusahaan.

 Neraca industri jasa juga dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu neraca dan neraca tenaga kerja. Nah, agar lebih mudah dipahami, simak contoh laporan saldo di bawah ini.

  • Neraca Scontro

 Dalam neraca pengendali ini, modal awal diperoleh dari laporan perubahan modal. Pada saat yang sama, laporan perubahan modal disusun berdasarkan laporan laba rugi.

Oleh karena itu, sebelum menyusun neraca, Anda harus terlebih dahulu membuat laporan laba rugi.

  • Neraca Staffel

 Kebanyakan orang masih bingung membedakan antara control balance dan employee balance dalam jurnal umum. Ini masuk akal mengingat keduanya memiliki bentuk tabel yang serupa.

Namun, neraca dalam bentuk tabel dibuat secara vertikal, yaitu ke bawah, dan meletakkan saldo di satu sisi di kolom kredit-debit.

3. Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa

Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan yang memberikan informasi tentang keseluruhan pendapatan dan pengeluaran perusahaan selama periode akuntansi.

 Biasanya, laporan laba rugi berisi komponen seperti pendapatan, harga pokok penjualan, dan biaya operasi. Bagian Pendapatan berisi catatan penerimaan yang dibuat perusahaan saat mereka menjual jasa.

Pendapatan implementasi diakui setelah implementasi.

 Kemudian harga pokok produksi dalam laporan laba rugi merupakan biaya utama dari pendapatan paket jasa yang diberikan kepada konsumen. Komponen beban usaha meliputi beban penjualan dan beban umum.

Di dalam biaya penjualan terdapat biaya promosi dan periklanan, kemudian biaya umum dan administrasi, termasuk gaji dan tunjangan karyawan, sewa gedung, penyusutan, dan fasilitas karyawan.

 Laporan laba rugi menunjukkan bagaimana kinerja perusahaan berdasarkan posisi keuangannya. Ada dua metode penyusunan laporan laba rugi: metode langkah tunggal dan metode multi langkah.

 Untuk formulir satu langkah, semua pendapatan dan pengeluaran perusahaan biasanya dijumlahkan. Selisih antara pendapatan dan beban inilah yang kemudian dapat disebut sebagai keuntungan atau kerugian perusahaan secara nominal.

 Meskipun beberapa langkah, memiliki pengelompokan jenis pendapatan dan pengeluaran sendiri. Berikut ini adalah contoh laporan laba rugi industri jasa:

Seperti terlihat pada contoh laporan laba rugi usaha Jasa Salon Eva di atas, perusahaan mengelola operasionalnya dengan baik.

Hal itu terlihat dari laba bersih perseroan sebesar 1,68 juta rupiah.

 Laporan laba rugi disusun berdasarkan beberapa pendapatan dan beban. Pada contoh di atas, laporan laba rugi dibuat dalam beberapa langkah.

4. Contoh Laporan Hutang Perusahaan Jasa

Pelaporan Hutang Dagang adalah pengaturan pelaporan yang merinci transaksi yang menambah dan mengurangi hutang perusahaan dan saldo hutang akhir untuk setiap pemasok.

 Dengan pelaporan berupa kartu utang, perusahaan dapat lebih mudah mencatat utang secara detail. Di bawah ini adalah contoh laporan utang perusahaan industri jasa.

5. Contoh Laporan Perubahaan Modal / Ekuitas

Laporan perubahan modal atau ekuitas adalah laporan keuangan suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri jasa yang secara khusus memberikan informasi tentang semua perubahan yang terjadi pada modal atau ekuitas perusahaan.

Komponen perubahan modal/ekuitas dalam laporan ini adalah modal awal, laba rugi bersih, setoran dan penarikan, dan modal akhir.

Dalam laporannya, jika keuntungan lebih besar dari penarikan pribadi (private), maka modal awal bisa bertambah.

 Pada saat yang sama, jika keuntungannya kurang dari prive, dan kerugiannya ditambahkan ke prive, modalnya juga bisa dikurangi. Di bawah ini adalah contoh laporan perubahan modal atau ekuitas untuk industri jasa.

Modal (Awal) per 31 Desember 2018Rp 100.850.000
Modal (Tambahan) untuk tahun yang berakhir 31 Januari 2019Rp 68.000.000
Saldo Laba Ditahan per 31 Des 2018Rp 230.814.000
Saldo Laba Tahun Berjalan untuk Tahun berakhir 31 Jan 2019Rp 49.376.000
Dividen untuk Tahun berakhir 31 Jan 2019
Saldo Laba Ditahan per 31 Des 2018Rp 280.190.000
Modal AkhirRp 494.040.000

Pada hakikatnya susunan laporan keuangan perusahaan jasa tidak jauh berbeda dengan perusahaan dagang.

Anda bisa meminimalisir kesalahan perhitungan saat menyusun laporan keuangan di akuntansi bisnis jika sudah mengetahui komponen apa saja yang dibutuhkan.

Pengertian, Komponen Penyusun dan Contoh Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan perusahaan jasa yang menunjukkan total pendapatan dan pengeluaran yang diperoleh perusahaan selama satu periode akuntansi.

 Laporan laba rugi ini umumnya disusun pada akhir periode perusahaan untuk melihat kinerja suatu perusahaan selama periode waktu tertentu. Berikut adalah beberapa komponen yang harus ada dalam laporan laba rugi:

1. Pendapatan

Pendapatan dari aktivitas perusahaan jasa diakui pada saat transaksi sales counter terjadi, sedangkan pendapatan usaha diakui pada saat transaksi selesai.

2. Harga Pokok Penjualan

 Harga pokok penjualan (HPP) atau biasa disebut HPP adalah beberapa biaya yang dikeluarkan secara langsung untuk memperoleh jasa yang dijual. HPP ini merupakan bentuk biaya pendapatan atas paket layanan yang dijual.

3. Beban Usaha

Biaya operasional merupakan salah satu komponen bisnis dan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu biaya penjualan, termasuk promosi dan iklan.

Selain itu, terdapat beban umum dan administrasi berupa gaji, tunjangan, sewa gedung, jasa pos, jasa telekomunikasi dan penyusutan.

Selain itu, ada beberapa biaya lain yang masuk, yaitu biaya bahan bakar dan parkir, listrik, kebersihan, keamanan, perawatan, perizinan, percetakan, asuransi, dan lainnya.

Model Penyajian Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Laba Rugi

 Sebelum terjun ke contoh laporan keuangan perusahaan jasa laba rugi, sama pentingnya untuk memahami format dan model pelaporan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Single Step

Bentuk pertama laporan laba rugi adalah langkah yang berisi jumlah semua pendapatan dan pengeluaran yang diperoleh perusahaan selama satu periode.

Setelah jumlahnya diketahui, selisih antara pendapatan dan beban dihitung untuk menemukan jumlahnya dan pada saat yang sama menentukan apakah perusahaan mendapat untung atau rugi.

2. Bertahap (Multiple Step)

Bentuk kedua ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan bentuk sebelumnya yaitu single-step, hanya saja pendapatan dan pengeluaran dikelompokkan menurut jenisnya.

Misalnya, pendapatan hasil usaha dan pendapatan non usaha menempati posisi yang berbeda karena dikategorikan secara terpisah menurut jenisnya.

Itu dikelompokkan dengan biaya yang juga didasarkan pada akuisisi (yaitu dari bisnis dan dari luar bisnis).

Setelah mengelompokkan menurut jenisnya, jumlahkan pendapatan dan beban yang diterima dari perusahaan untuk mengetahui perbedaannya.

Dari selisih tersebut dapat diketahui apakah perusahaan tersebut untung atau sebaliknya yaitu merugi.

Berikut adalah contoh laporan keuangan perusahaan jasa laba rugi:

PT. Sejahtera
Laporan Laba Rugi
Periode Maret 2022

Pendapatan
Penjualan bersihRp. 800.000.000
Pendapatan sewaRp. 20.000.000
Total pendapatanRp. 780.000.000
Beban
Harga Pokok PenjualanRp. 300.000.000
Beban penjualanRp. 15.000.000
Beban administrasiRp. 10.000.000
Beban bungaRp. 5.000.000
Beban lain-lainRp. 5.000.000
Total bebanRp. 335.000.000
Laba sebelum pajakRp. 445.000.000
PajakRp. 111.150.000
Laba bersihRp. 333.750.000

Pengertian, Komponen dan Contoh Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal atau ekuitas adalah suatu bentuk laporan keuangan perusahaan jasa yang memberikan informasi tentang perubahan modal perusahaan jasa selama suatu periode akuntansi.

 Beberapa elemen dalam laporan perubahan modal meliputi modal awal, laba rugi bersih, margin, dan modal akhir. Dalam laporan ini, modal meningkat ketika keuntungan yang diperoleh lebih besar dari penyerapan swasta.

 Dan sebaliknya, modal berkurang ketika keuntungan yang diperoleh lebih kecil dari modal pribadi. Hal yang sama berlaku untuk perusahaan jasa yang menghilangkan privasi saat menderita kerugian.

 Sebelum melihat contoh laporan keuangan untuk perusahaan jasa perubahan modal, pahami masing-masing komponennya. Berikut beberapa di antaranya:

1. Modal Awal

Modal awal merupakan salah satu komponen laporan keuangan dan mengacu pada sejumlah dana yang diperoleh dari investasi atau tambahan investasi pemilik usaha.

Secara umum, modal awal ini digunakan untuk membiayai operasional perusahaan, sehingga terbagi menjadi dua jenis, yaitu biaya operasional dan biaya modal.

Yang kedua atau belanja modal adalah untuk pembelian aset perusahaan yang dapat digunakan dalam jangka panjang, seperti komputer, laptop, mesin produksi, kursi, meja, dll.

2. Saldo Laba atau Rugi

Komponen selanjutnya adalah neraca laba rugi, yaitu jumlah yang diperoleh dari laba bersih dikurangi beban dan pajak yang dibayarkan.

Setelah dikurangi, jumlah ini dianggap sebagai laba bersih yang dapat ditingkatkan oleh perusahaan.

Begitu pula sebaliknya, jika jumlah yang dikurangi ditampilkan sebagai angka negatif, perusahaan mengalami kerugian, yang mengakibatkan pengurangan modal perusahaan.

3. Pengambilan Pribadi (Prive)

 Penarikan pribadi atau privat adalah jumlah dan keuntungan yang ditarik atau ditarik kembali oleh pemilik untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan pribadi. Dalam hal ini, modal perusahaan berkurang ketika jumlah yang diambil lebih besar dari keuntungan.

Begitu pula sebaliknya, jika penarikan pribadi lebih kecil dari keuntungan yang diperoleh, maka perusahaan akan mengalami penambahan modal.

4. Modal Akhir

 Komponen terakhir adalah modal akhir, yang diperoleh dari perhitungan semua komponen yang telah disebutkan sebelumnya. Rumus perhitungan modal akhir adalah sebagai berikut:

Modal awal + Laba dan Rugi – Prive (Pengambilan Pribadi).

Setelah Anda memahami komponen-komponen yang termasuk dalam laporan, langkah selanjutnya adalah memahami format dan contoh cara penulisan laporan keuangan perusahaan jasa perubahan modal.

Berikut adalah contoh laporan keuangan perusahaan jasa perubahan modal:

PT. Sejahtera
Laporan Perubahan Modal
Periode Maret 2022

Modal awalRp. 500.000.000
Laba bersih setelah pajakRp. 333.750.000
Rp. 166. 250.000
PriveRp. 30.000.000
Modal akhirRp. 136.250.000

Pengertian, Komponen dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa (Arus Kas)

Laporan arus kas untuk perusahaan jasa biasanya berisi informasi yang berkaitan dengan aktivitas operasi, investasi, dan keuangan dalam industri jasa.

Tujuan penyusunan laporan arus kas ini adalah untuk memberikan informasi yang lengkap tentang kondisi keuangan perusahaan dan tanggung jawabnya atas jumlah kas yang dimilikinya.

Selain itu, laporan kas ini juga dapat menjadi indikator apakah kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan keadaan keuangan.

Idealnya, laporan menangkap informasi dalam bentuk sumber arus kas dan pengeluaran kas.

Dengan ini, dimungkinkan untuk mengetahui secara langsung penerimaan dan penggunaan uang tunai.
Jika terjadi perubahan pada akun neraca yang disertai dengan kenaikan kas, laporan harus mencantumkan sumber kas.

Selain itu, beberapa aktivitas lain seperti pengurangan aset lancar, perolehan aset tetap, dan peningkatan hutang dan ekuitas juga harus memperhitungkan sumber kas. Komponen laporan arus kas adalah sebagai berikut:

1. Arus Kas dari Kegiatan Operasi

 Arus kas operasi mengacu pada arus kas yang diperoleh dari transaksi dalam aktivitas operasi. Biasanya, transaksi operasi ini terjadi di dalam perusahaan dalam bentuk pendapatan dan beban.

Beberapa contoh transaksi arus kas dari aktivitas operasi antara lain membayar gaji karyawan, membayar pajak, membayar hutang perusahaan, dan menagih uang dari konsumen.

2. Arus Kas Kegiatan Investasi

 Arus kas investasi mengacu pada arus kas yang dihasilkan oleh pendapatan dan pengeluaran dari aktivitas investasi perusahaan. Seringkali, arus kas ini mempengaruhi investasi dalam aset tidak likuid.

 Dalam hal ini, kegiatan investasi erat kaitannya dengan kegiatan jual beli dengan menggunakan aset perusahaan. Beberapa contoh transaksi aset tetap perusahaan, baik pembelian maupun penjualan peralatan dan bangunan.

3. Arus Kas Kegiatan Pendanaan

 Arus kas pembiayaan adalah transaksi yang mempengaruhi transaksi hutang dan ekuitas perusahaan. Dalam hal ini, transaksi yang dimaksud adalah berupa penerbitan atau penghentian surat berharga berupa ekuitas atau utang.

Contohnya termasuk pembayaran dividen, pembayaran kredit bank, penerbitan saham dan penjualan obligasi.

 Setelah Anda memahami komponen penyusunan laporan arus kas, langkah selanjutnya adalah memahami cara menyusunnya. Berikut adalah dua cara menyusun laporan arus kas beserta penjelasan lengkapnya:

1. Metode Langsung (direct method)

Metode langsung atau langsung dalam menyiapkan laporan arus kas melibatkan pencatatan uang tunai yang mengalir masuk dan keluar dari operasi bisnis.

Laporan ini biasanya digunakan kembali pada akhir bulan sebagai bahan penyusunan laporan arus kas.

 Metode ini membutuhkan lebih banyak usaha daripada metode tidak langsung selama persiapan. Hal ini karena penerimaan kas harus dilacak untuk setiap transaksi kas.

Inilah sebabnya mengapa metode ini banyak digunakan oleh perusahaan besar dibandingkan dengan kebanyakan usaha kecil seperti UMKM yang menggunakan metode tidak langsung.

Komponen utama dalam penyusunan laporan ini meliputi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

2. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Metode tidak langsung dalam menyusun laporan arus kas melibatkan pencatatan transaksi dengan mengacu pada laporan laba rugi untuk melihat modal kerja dari bisnis yang sedang berjalan.

Dengan demikian, Anda dapat menggunakan metode ini untuk menyiapkan laporan arus kas dengan menelusuri kembali secara selektif untuk mengeliminasi transaksi yang tidak mengandung arus kas.

Walaupun terlihat lebih panjang dan rumit, metode penyusunan laporan arus kas sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan metode langsung.

Makanya tidak heran jika metode ini banyak digunakan oleh UKM, karena penulis laporan tidak perlu lagi mencocokkan data seperti metode langsung.

 Berikut penjelasan tentang laporan arus kas, komponen-komponennya, cara menyusun dan melayani contoh laporan keuangan perusahaan. Dalam hal ini, laporan arus kas langsung memiliki tampilan yang lebih pendek dan ringkas, tetapi jauh lebih sulit untuk disiapkan.

Pada saat yang sama, waktu tampilan metode tidak langsung lebih lama, informasinya jelas dan terperinci, dan lebih mudah diproduksi.

Selain itu, informasi yang lebih jelas juga akan memudahkan kegiatan pengarsipan keuangan.

Manfaat Penyusunan Laporan Keuangan

Setelah memahami karakteristik dan contoh pelaporan keuangan perusahaan jasa yang berkualitas, pembahasan selanjutnya adalah manfaat yang didapat dari penyusunan laporan keuangan.

Dalam hal ini, pelaporan keuangan memberikan manfaat baik bagi pihak internal maupun eksternal.

1. Pengelola (Direksi dan Manajemen)

Laporan keuangan memberikan informasi berupa informasi bagi direksi atau manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan, mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan, atau merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan anggaran internal.

Ketika informasi keuangan yang diberikan akurat, manajer dapat menggunakan data yang ada sebagai referensi dan dasar pertimbangan untuk membuat keputusan yang tepat.

2. Investor / Owner

Manfaat laporan keuangan selanjutnya adalah dapat dirasakan oleh investor atau pemilik yang berkepentingan dengan informasi keuangan terkait dengan risiko yang mungkin terjadi.

 Berdasarkan laporan keuangan yang ada, investor dapat memutuskan kapan akan berinvestasi atau mengurangi sahamnya. Selain itu, investor juga dapat melihat seberapa baik perusahaan mampu membayar dividen.

3. Supplier

Melalui pelaporan keuangan, pemasok mendapatkan akses ke informasi yang relevan yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang dan jangka waktu pembayarannya.

Dengan informasi tersebut, pemasok nantinya dapat menentukan jumlah piutang yang sesuai untuk perusahaan, termasuk jangka waktunya.

4. Pemerintah

 Bukan hanya pihak-pihak yang terkait langsung dengan bisnis yang kita lakukan. Pemerintah juga merupakan pihak yang dapat memperoleh manfaat dari pelaporan keuangan yang baik dan memadai.

Pemerintah menggunakan laporan keuangan sebagai sarana untuk menilai posisi pajak masing-masing perusahaan.

Dengan demikian, laporan keuangan ini sangat membantu pemerintah dalam pembuatan laporan pajak dan arsip pajak negara.

5. Pemberi Pinjaman

Pemberi pinjaman juga dapat merasakan manfaat lain dari pelaporan keuangan.

Dalam hal ini, mereka tertarik pada informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang, bunga, dan waktu pembayarannya.

Informasi ini tidak lebih dari digunakan untuk menentukan plafon pinjaman, suku bunga dan jangka waktu pelunasan yang akan diberikan nantinya.

Semakin baik riwayat pembayaran pinjaman perusahaan, semakin besar kemungkinan peminjam akan meminjamkan secara memadai.

Nah, mungkin itu dia tentang Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa, yang dapat anda jadikan sebagai referensi dalam membuat suatu laporan pada perusahaan.

Semoga artikel diatas dapat membantu anda dalam membuat suatu laporan keuangan pada perusahaan, Terima Kasih.

Artikel Terkait

Jasa Undangan Digital Tuban
Jasa Percetakan Undangan Tuban
Contoh Undangan Aqiqah
Contoh Undangan Khitanan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top